Menurut Ketut, kendati hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan efek pemberian AGP pada hewan, khususnya unggas, kepada manusia, tetapi hal ini telah menjadi perhatian dunia dan para ahli di tataran global.
“Terkait AGP, bahwa dunia dan expert dunia baik di WHO sangat mengkhawatirkan terjadinya resisten antibiotik atau salah satu antibiotika pada manusia walaupun sampai hari ini sebenarnya belum ada reference yang mengatakan dari daging ke manusia ini ada hubungan yang menyebabkan resisten,” katanya dalam kata sambutannya pada acara Sarasehan Peternak Nasional yang diprakarsai Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Kamis (25/1/2018)
Kendati demikian, Ketut mengatakan hingga saat ini tidak kurang dari 700.000 orang meninggal setiap tahunnya karena resistensi terhadap antibiotik.
Ditengah penolakan dunia terhadap AGP sebagai imbuhan pakan ternak, peternak Indonesia juga diminta patuh agar kualitas pangan Indonesia khususnya ternak, tetap mendapat pengakuan di mata dunia.
Sumber : Bisnis.com
