Seseorang bisa dijauhin rekan kerja akibat berprilaku negatif. Di sisi lain, suasana kantor yang terlalu nyaman juga bisa membuar prilaku tersebut tidak disadari dan dianggap biasa. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memberikan penilaian buruk pada kinerja dan karyawan dianggap tidak produktif.
Contoh prilaku negatif di kantor cukup banyak. Pertama, “cuci tangan” atau tidak bertanggung jawab terhadap hal yagn dikerjakan. Ini adalah contoh sikap yang tidak menunjukkan profesionalitas. Biasanya, sikap tidak bertanggung jawab seorang karyawan muncul jika terjadi kesalahan atau kegagalan.
Kedua, reaksi lanjutan dari sikap tidak bertanggung jawab ini adalah mencari “kambing hitam” atau menyalahkan orrang lain. Karena merasa tidak ingin disalahkan, seorang karyawan akan berusaha mengamankan dirinya dengan menjatuhkan kesalahan pada orang lain. Alih-alih dimaafkan, justru hal ini bisa mengakibatkan penilaian burruk dari atasan.
Ketiga, bergosip. Banyak karyawan yang terjebak dalam gosip atau membicarakan keburukan orang lain. Sebenarnya ada solusi daripada bergosip, yaitu menegur dengan halus sikap atau prilaku karyawan lain yang dianggap menggangu.
Sayangnya, tidak semua karyawan mau menegur atau mengingatkan karyawan yang lainnya dan memilih bergosip. Padahal, bergosip tidak menyelesaikan masalah. Dalam intensitas yang paling parah, gosip bisa mencipatakan fitnah. Menuding orang lain melakukan kesalahan padahal orang tersebut melakukan hal yang benar adalah prilaku negatif yang cukup parah. Jadi, daripada sibuk membicarakan orang lain, lebih baik berikan masukan pada rekan kerja terkait dan sambil mengevaluasi diri sendiri.
Keempat, terlambat masuk kantor. Yang ini sebaiknya diperbaiki dengan disiplin waktu. Keterlambatan bisa menimbulkan penilaian buruk dari atasan. Produktivitas pun tidak maksimal karena banyak waktu terbuang akibat terlambat. Seseorang yang telambat pun tidak tenang karena mengerjakan sesuatu dengan terburu-buru. Jadi, pikir ulang sebelum terlambat masuk kantor.
Kelima, tidak jujur. Contoh ketidakjujuran ini cukup banyak. Misalnya, memalsukan kuitansi pemebelian barang dikantor, berbohong pada atasan tentang laporan klien, dan memalsukan pekerjaan rekan kerja sebagai hasil sendiri. Dari sekian banyak prilaku negatif, ketidakjujuran ini bisa dianggap sebagai prilaku yang paling buruk. Jika seorang karyawan ketahuan tidak jujur, jangna heran bila muncul ancaman pemecatan.